Mulai Hari Ini, Solar Wajib Dicampur 15% Minyak Kelapa Sawit

with No Comments


15Jakarta
-Mulai 17 Agustus 2015, pemerintah Presiden Jokowi menerapkan kebijakan mandatori atau wajib penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel sebesar 15% berbasis Crude Palm Oil/CPO, yakni Fatty Acid Methyl Ester (FAME) alias B15.

Ketentuan ini mewajibkan minyak solar termasuk yang dijual di SPBU harus dicampur 15% biodiesel untuk menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Implementasi B15 yang dicampurkan ke dalam jenis BBM tertentu ini dimulai 17 Agustus 2015, lebih cepat dari target awal yaitu 1 September 2015 atau satu bulan setelah pungutan berlaku.

“Penyaluran mulai hari ini, kita mulai,” kata Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Hal tersebut juga diimplementasikan dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Tentang “Kerjasama Pengembangan Kepala Sawit Berkelanjutan” dan Launching Biodiesel 15% (B15) melalui Dukungan Dana Perkebunan Sawit, yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Acara ini dimaksudkan sebagai tonggak awal pelaksanaan kerjasama pengembangan kelapa sawit berkelanjutan dan pelaksanaan mandatori B15 melalui dukungan dana perkebunan sawit yang akan efektif berjalan mulai 17 Agustus 2015.

Hadir dalam acara ini stakeholders dari kalangan pemerintah, lembaga keuangan seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, yang akan melaksanakan kerjasama pengelolaan dana perkebunan sawit, lembaga pelaksana survey PT Sucofindo yang akan melaksanakan kerjasama verifikasi pungutan dana perkebunan sawit.

Hadir juga lembaga penelitian PT Riset Perkebunan Nusantara yang akan melaksanakan kerjasama penelitian dan pengembangan sawit, serta produsen biodiesel dan badan usaha Penyalur Jenis BBM Tertentu (solar PSO) yang akan melaksanakan kerjasama penyediaan bahan bakar nabati jenis biodiesel.

Bayu menjelaskan, strategi nasional pengembangan kelapa sawit berkelanjutan melalui penghimpunan dan pengelolaan dana perkebunan sawit diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat posisi sawit sebagai produk unggulan Indonesia dan menjaga stabilitas harga sawit nasional.

Lebih jauh Bayu menjelaskan, salah satu porsi pemanfaatan dana perkebunan sawit yang akan segera direalisasikan adalah untuk Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel.

Pendanaan biodiesel dari dana perkebunan sawit merupakan bukti dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan implementasi mandatori BBN.

Pelaksanaan mandatori B15 menjadi penting bagi negeri ini dalam upaya mendukung kebijakan ekonomi makro dan menghemat devisa negara melalui pengurangan impor bahan bakar minyak.

Lebih jauh, mandatori B15 juga menjadi solusi yang efektif untuk menyerap CPO domestik sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada kenaikan harga CPO yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan negara melalui sektor pajak dan non pajak.

“Tentunya menaikkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Source; Dewi Rachmat Kusuma – detikfinance